
Dari Ikan Buntal hingga Menggerakkan Istri Nelayan Pesisir Eretan Kulon
Di Desa Eretan Kulon, Indramayu, kami bertemu dengan Kak Rosyidah, atau yang akrab disapa Kak Ros, seorang womenpreneurship yang...
Desa Eretan Kulon, Kecamatan Kandanghaur, Indramayu
Di Desa Eretan Kulon, Indramayu, kami bertemu dengan Kak Rosyidah, atau yang akrab disapa Kak Ros, seorang womenpreneurship yang sejak lama memiliki jiwa kewirausahaan dan kepedulian untuk mengolah potensi hasil laut di sekitar rumahnya.
Perjalanan Kak Ros dimulai bersama ibunya.
Dulu, Kak Ros dan ibunya melihat sesuatu yang menarik dari hasil tangkapan nelayan Tempat Pelelangan Ikan (TPI), di Eretan Kulon, yaitu ikan buntal.
Ikan ini dikenal memiliki bagian tubuh yang mengandung racun sehingga perlu penanganan dan pengolahan yang tepat. Bagi sebagian orang, kondisi ini menjadikan ikan buntal dipandang sebagai hasil tangkapan yang sulit dimanfaatkan.
Namun bagi Kak Ros dan ibunya, justru di situlah letak tantangannya untuk bisa menemukan cara yang tepat dalam pengolahannya.
Mereka kemudian mencari cara pengolahan tradisional untuk menghilangkan racun pada ikan buntal sehingga dapat dimanfaatkan. Upaya tersebut menjadi salah satu titik awal perjalanan mereka dalam meningkatkan nilai tambah hasil laut yang ada di daerahnya.
Berkat inovasi dan upaya tersebut, Kak Ros dan ibunya kemudian mendapatkan penghargaan dari Pertamina atas kontribusinya dalam meningkatkan nilai tambah hasil laut di wilayah mereka.
Bagi kami, cerita ini menarik bukan hanya karena produk yang dihasilkan, tetapi ada cara pandang masyarakat lokal yang cukup langka di baliknya.
Perjalanan tersebut tidak berhenti pada ikan buntal.
Saat ini, Kak Ros terus mengembangkan berbagai olahan hasil laut dari wilayah pesisir Eretan Kulon. Mulai dari kerupuk kulit ikan buntal, olahan baby crab, hingga berbagai produk perikanan segar.
Apa yang tersedia di sekitar kemudian diolah menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.
Bagi kami, inilah salah satu bentuk nyata dari bagaimana inovasi pangan tidak selalu harus dimulai dari sesuatu yang baru.
Terkadang, inovasi justru dimulai dari melihat kembali apa yang sudah tersedia di sekitar kita.
Hasil tangkapan nelayan bukan hanya bahan pangan. Jika diolah dengan tepat dan memiliki akses pasar yang baik, hasil tersebut dapat menjadi sumber pendapatan tambahan bagi keluarga dan membuka peluang ekonomi baru di komunitas pesisir.
Usaha ini Tumbuh Bersama Para Istri Nelayan
Yang membuat perjalanan Kak Ros semakin menarik adalah bagaimana perkembangan usahanya kemudian melibatkan para perempuan di sekitarnya.
Saat ini, Kak Ros aktif mempekerjakan lebih dari lima istri nelayan untuk membantu proses produksi.
Mereka bersama-sama melakukan berbagai pekerjaan mulai dari pembersihan bahan, pengolahan, hingga memproses hasil laut menjadi produk yang siap dipasarkan.
Dengan begitu, nilai dari hasil tangkapan nelayan tidak hanya berhenti pada transaksi ketika ikan dijual.
Ada nilai dan proses yang terus bergerak di sepanjang rantai pangan.
Dan di dalam proses tersebut, perempuan memiliki ruang untuk ikut berkontribusi secara langsung
Lebih dari Sekadar Produk
Cerita Kak Ros membuat kami kembali melihat bahwa membangun pangan yang lebih berkelanjutan tidak selalu harus dimulai dari skala yang besar.
Kadang, perubahan dimulai dari seseorang yang melihat potensi di lingkungan terdekatnya.
Dari seorang ibu dan anak yang bekerjasama mencari cara untuk memanfaatkan ikan buntal.
Dari hasil tangkapan nelayan yang kemudian diolah menjadi produk bernilai tambah.
Dari lima perempuan di komunitas yang mendapatkan kesempatan untuk ikut bekerja.
Foodie Loka Indonesia memandang inilah bagian penting dari membangun sistem pangan yang lebih baik.
Kami tidak hanya ingin melihat apa pangan lokal yang masih dikonsumsi, tetapi juga ingin mengetahui siapa yang berada di balik pangan tersebut, bagaimana pangan itu diproduksi, dan bagaimana nilai ekonominya dapat kembali kepada komunitas yang menjadi bagian dari rantai tersebut.
Karena pada akhirnya, pangan yang lebih bernilai bukan hanya tentang menciptakan produk yang lebih baik. Tetapi juga tentang menciptakan kehidupan yang lebih bernilai bagi orang-orang yang berada di baliknya.
Cerita lainnya
Setiap tempat menyimpan cerita yang belum sepenuhnya diceritakan.
Jelajahi cerita lainnya
