Menelusuri Potensi Gracilaria dari Pesisir Indramayu

Menelusuri Potensi Gracilaria dari Pesisir Indramayu

Di pesisir Desa Cangkring, Indramayu, tumbuh sesuatu yang mungkin terlihat sederhana...

Oleh Foodie Loka Indonesia24 September 2026

Desa Cangkring, Kecamatan Cantigi, Kabupaten Indramayu

Di pesisir Desa Cangkring, Indramayu, tumbuh sesuatu yang mungkin terlihat sederhana.

Rumput laut.

Bagi sebagian orang, Gracilaria sp. mungkin hanya dikenal sebagai komoditas yang dipanen, dikeringkan, lalu dijual. Namun bagi Bu Rena dan suaminya, rumput laut ini telah menjadi bagian dari kehidupan mereka selama lebih dari 10 tahun.

Setiap kali panen, Gracilaria yang mereka kumpulkan akan dikeringkan sebelum dijual kepada pengepul atau rumah produksi setempat. Harganya sekitar Rp2.000 per kilogram.

Nilainya mungkin terlihat kecil.

Tapi dari pekerjaan inilah, Bu Rena dan suaminya berusaha menghidupi keluarganya sehari-hari.


Dari tambak, menuju meja makan

Gracilaria sp. merupakan salah satu jenis rumput laut merah yang banyak ditemukan di wilayah pesisir, termasuk di sekitar Desa Cangkring, Indramayu.

Selama ini, perjalanan Gracilaria sering kali berhenti pada bentuknya sebagai komoditas mentah atau rumput laut kering.

Padahal, di balik bentuk sederhananya, Gracilaria memiliki berbagai komponen yang menarik untuk dikembangkan lebih jauh karena kandungannya yang kaya manfaat, seperti serat, mineral, dan senyawa bioaktifnya (antioksidan). 

Termasuk kandungan zat gizinya, yang sangat penting untuk menjawab tantangan anemia di Indonesia yang rasanya seperti masalah gizi yang tidak kunjung selesai (persistent nutrition issue).

Karena itu, Gracilaria punya peluang untuk tidak hanya dilihat sebagai bahan baku, tetapi juga sebagai bagian dari inovasi pangan bernilai tambah.

Bu Rena mungkin bukan nama yang kita temui di dalam rantai pasok ini

Ketika rumput laut sudah menjadi komoditas bernilai tambah dalam bentuk inovasi pangan, kita pasti terlupa dengan siapa yang ikut serta memanennya.

Kita mungkin tidak tahu siapa yang mengeringkannya.

Siapa yang menjaga tambaknya.

Atau siapa yang selama bertahun-tahun menjadikan rumput laut itu pangkuan sumber penghidupan keluarganya.

Bu Rena dan suaminya mungkin tidak banyak terlihat dalam perjalanan panjang Gracilaria dari tambak hingga menjadi produk pangan.

Tapi mereka adalah bagian penting dari perjalanan tersebut.

Karena setiap inovasi pangan selalu dimulai dari sesuatu yang sudah ada.

Dari tambak.

Dari tanah.
Dari laut.
Dan dari orang-orang yang merawatnya.

Setiap tempat menyimpan cerita yang belum sepenuhnya diceritakan.

Jelajahi cerita lainnya